Isnin, 1 Disember 2014

Isn't so Funny..?

Bismillahh....
Salam isnin.. May all of u be in Allah's bless always... Hope that all the success in jannah be your priority forever and ever.. Because the dunya succes will be follow after..Insyallah... Have faith in HIM.

Yes, this still being my platform utk merepek, merapu dan meraban yang ntah hape-hape. Cause I dont know how to spill it.

Yesterday was one of my big day, which mean, supposed to be happy for all people that go through the day.But I am who am I. The one that I was count on was really upset me and I end my day with a very red, big eyes and it was not a good things since, in a blink of eye muka merah habis. 
*ok x penah nangis yang sampai tahap nak bertukar jadik merah gitu. But it happened...! 
**still can't believed it.

Mungkin sebab halang air mata dari turun.*Moral of the story: Don't hold your tears. Let it down or u'll suffer with the red eyes and face.

Sedar pagi tadi, dengan alarm yang memang da diset sebegitu and I was thank with it. Sebab sedikit demi sedikit, marah dan sedih tu, hilang dan timbulkan rasa bersalah yang amat to that person. Yes. Very important person of me.


Yeah... Rasa sedih cum marah all night long tu berganti dengan rasa bersalah yang amat. I'm so selfish and not letting anyone ruined my plan. and I end up hurting myself more and more. The way I kept myself for me, alone, sebenarnya tidak mendatangkan apa-apa rasa beruntung pun. 

Sebab hidup ni sementara dan harus ada timbal balik. Give and take. Everything have the good and bad, untuk balanced everything.

Everything happen with a reason. Maybe, what had happen yesterday do give me something precious and also reflect on things that I shouldn't do. And it may do touched some heart in realizing some other heart that have had to be secure. I always pegang dengan janji Allah:

"HE will give you back what have you gave HIM. He tested you for you to know that you are under HIS observation."

Just believed in HIM and HE is the great planner for us.

entah merepek, merapu meraban apa ntah. but lastly, I just wanna say that I was faking everything yesterday. The smile, the happiness. And it hurts in someways when you do realize that, faking it was not a good thing. But until you realize, you actually need to have it done sincerely so that the world will welcome you with a warm smile.

"Fake It Until You Make It"


Thanks for everything..

Do feel free to drop comment, advice, critic or anything that can make up my day, so that, I also can learn how to improvise my daily learning sessions.

Sabtu, 15 November 2014

Don't hold back

Bismillahirrahman nirrahim...
another contengan yang entah hape-hape...
kecewa dengan sesuatu sampai tahap pujuk diri untuk dapatkan balik 'kekuatan' itu



Don't hold back... or else, you the one who would suffer.
Stop depending on others... or else, you the one who will be frustrated.
Stop trusting others as most as you want.. or else, you the one who will be betrayed.
Stop counts on others... or else you the one who will be counted.

Dear self, get back to yourself on your own.
Stop fooling around with others stuffs, so that you can mind you own business.
Just be with yourself, trust no one, live your life the most as you wish for love to come.
Don't count on loves that you have had received. if you do so, it hurts in so many ways.

Just believed in what HE have promises ever since forever. hold HIM tightly to you yourself. and DO spread the love.But don't hurt yourself as you know that HE do love you like HE did for HIS beloved.


the one that i kept playing when the circumstance are around.



tertarik dengan kata-kata syeikh dalam video ni, make me realize something that made me to move on and dont look back.

"When a believer gets hardship, he doesn't go crazy. He doesn't become depressed. He doesn't get nervous breakdown.
Why?

Because he remember Allah, he thanks Allah and he turns to Allah, and his heart is happy with Allah. So, Allah gives him satisfaction.


A true muslim can never ever be depressed. If a person is depressed, that means there is something seriously wrong with his iman. "

Betul... a true muslim supposed to never be depressed sebab sebenarnya itu menunjukkan kita ada rasa putus asa dengan Allah. Dan seriously, sebenarnya kita jarang sedar tentang kenyataan ini.
So, I DO try my best. Hardly. To follow his advice. Untuk tidak berputus asa dengan Allah..


this was just a piece of thought of me untuk pujuk diri sendiri. memang orang lain tak kan kisah pun pasal kita walaupun pada dasarnya they look really care. tapi end up, you do hurt yourself when trusting people just for them to have friends. and they dont even bother to care.

ya, betul. mungkin akan ada yang mengaggap pesimis terhadap friendship. but i have had enough of them. cukup dengan usaha untuk being better, tapi 'dipatahkan' sampaikan tahap berada di lubang yang paling dalam. gelap. sunyi. dan menakutkan. untuk kembali ke keadaan asal, untuk built the tryst again. i'm sorry to go through it. but its enough for me..

thanks for your time on this nonsense.

Ahad, 2 November 2014

Feeling pain, Discomfort? - Belek Quran

“Syu, kau dah makan? Kalau belum, jom temankan aku makan.”

“Belum. Cam cun je kalau gi makan sekarang. Perut pun tengah lapar ni.” Balas Syuhada dengan sengihan panjang. “Tapi kejap, aku nak siapkan part ni kejap. Ten minutes.” Sambung Syuhada lagi.

“Orait.” Balas Mastura

Sepuluh minit kemudian.

“Jom. Makan tempat biasa jea kan. Aku banyak kerja lagi ni.” Ajak Syuhada sambil membasuh tangan di sinki makmal.

“Okay.”  Balasan Mastura menyapa telinganya.

* * *

‘Apa kes engaku ajak aku makan dan mengumpat aku depan-depan? Kalau nak mengata aku sekalipun jangan la depan-depan. Sakit tau.’ Cetusan hati yang lahir akibat manusia didepan ni mengumpat dalam whatssap dengan manusia yang duduk sebelah. 

‘Gaya aku tak nampak je engkau tuju-tuju tangan kat aku tadi. Lepas tu terus diam bila aku duduk depan engkau.’ Ternyata hatinya tetap dengan amarah yang mula membara. Mulutnya sengaja dikunci dan matanya sengaja di fokuskan ke gadjet di tangan.
Jarinya menyentuh aplikasi iQuran Lite di skrin telefon bimbitnya. Hati yang tengah panas jangan di cucuh api. Bimbang bukan setakat terbakar, bahkan kemungkinan untuk meletup tu ada kebarangkalian juga. Biarlah ayat-ayat Allah yang menyejukkan kepanasan hatinya saat itu.

“Bagi ALLAH tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di bumi dan di langit.”
[Ali Imran : 5]
Terpana dengan teguran secara terus dari kalamNya membuatkan Syuhada terus mengucapkan istighfar. Tepat terkena hidung sendiri.

‘Syu, mungkin dia bincang kot. Jangan cepat sangat suudzhon. Nanti engkau yang rugi. Dosa pahala Allah yang tentukan. Dan Allah dah cakap terang-terang yang tak de satu pun yang DIA tak tau. Walau dorang main wassap camne pun, private tahap apa pun, still, dengan Allah tak de yang dapat kita sembunyi.’ Teguran hati yang mula sejuk bila ‘ditegur’ secara direct dengan kalamNYA membuatkan Syuhada menarik nafas lega.

Segera senyuman segaris di ukir sebelum berdiri.

“Aku pergi beli makanan dulu, orang dah tak ramai. Kalau dah siap, nak masuk lab dulu pun, aku ok je.” Ujarnya kepada dua manusia di depan dan sebelahnya.

* * *

Bismillah dan Assalamualaikum...

Moga hidup dalam rahmatNya tak kira senang atau susah. Ujian itu semua dari DIA untuk menguji kita. Insyallah, cara penerimaan kita yang Allah ‘tengok’ dan pengakhiran yang baik adalah ganjaran untuk kita. Moga dipermudahkan segala urusan. Amin.

Pernah hadapi situasi diatas. Yea, bagi saya, terlalu kerap sampai tahap saya terfikir kenapa saya yang kena hadapi situasi ini. Sampai satu tahap, dah immune dengan situasi ini walau ianya sangat la menyakitkan hati. Agak susah untuk bersabar bila ianya terang-terang depan mata.

Tapi, bagi saya, percaya pada hikmah setiap kejadian, insyallah kita akan tenang dan terima dengan redha.

Kita sering tertanya-tanya kenapa, bagaimana dan apa kesan untuk setiap tindakan yang kita lakukan. Dan kadang-kadang ianya menjadi satu sebab untuk mencetus sesuatu yang lain, yang mendatangkan sesuatu yang lebih baik dalam hidup.

Saya pernah tertanya-tanya, kenapa la aku letak semua benda dekat skrin depan henfon ni. Macam banyak jea. Sampai satu tahap kena tapis balik apa yang ada kat skrin depan.

Mungkin kali ni, Allah nak gerakkan hati untuk buka aplikasi tu, sebagai salah satu cara teguran yang direct. Mungkin selama ni, alternatif yang DIA hantar untuk tegur saya dalam situasi yang sama, ‘tak sampai’ yang pengakhirannya membuatkan hati semakin bertompok hitam. Astaghfirullahal ‘azim.

Yea, kadang-kadang, kita tak sedar pun yang suasana sekeliling sedang menegur kita.  Hanya kita yang mahu atau tak, menerima teguran itu, samada secara terbuka, sipi-sipi atau tak langsung.

Pernah terbaca dalam satu artikel ke apa ntah, yang bunyinya lebih kurang, bila hati rasa runsing ke, nak marah ke, sedih ke, buka lah Quran secara random. Dan biarkan mata mencari ayat apa yang kita nak tengok. Dan insyallah, ada ubat, yang alhamdulillah, soothes our pain or discomfort. It works most of the time.


Because I believe that HE love me more than I love myself. So, HE did tegur me directly with HIS words.

found this here and there masa tengah kusut. just listen and try to understand. the advice were direct to the heart. insyallah.

Am no good in word, tapi tau bebel untuk diri sendiri, untuk pujuk diri jea. Saya pegang pada quote ni; No Pain, No Cry.

Thanks for spending ur precious time. Appreciate it much.
wasalam...

Rabu, 22 Oktober 2014

the test or its you yourself...?

Bismillah...
Moga sentiasa dalam lindungan rahmat Yang Esa dan amalan yang sentiasa diberkatiNya.

Oyeah... I'm sorry for all the ting-tong things that u'll faced later on... Put all the picisan and all those unnecessary things aside, and let CRY-OUT-LOUD.. and not forget to those who celebrate the Deepavali, happy dewali and those who are not, happy holiday (since the place where i am staying now were having  a holiday =p ).. and those who were not apply for both condition, well, life goes on.. do your best and have fun, ey...!

And yes... this time, I would like to talk 'bout a ting-tong-things that have turn me upside down. Dan sengaja saya letak tajuk sebegitu. Terasa gempak walaupun sebenarnya tak pun.
*dan sebetulnya, saya rindu untuk menulis sesuatu yang sangat-sangat cheesy bila mereka-mereka yang tak sealiran dengan pemikiran saya akan membacanya sampai muntah hijau. haha... i loved to do all those things, =)

Bila bicara tentang workload, masing-masing punya workload sendiri yang mana telah diberi tanggungjawab untuk digalas dipikul dan bukan dipukul. Kan? Nak atau tak, we have to. Macamana sekalipun kalau dah tanggung, kena juga jawab walau macamana sekalipun. itu dah memang termaktub dalam mana-mana disiplin hidup.

The real things that we have faced actually gives us many pro and cons. Good and bad. Advantages and disadvantages. 

Sebab Allah tak cipta halangan, ujian, cabaran dan yang sewaktu dengan nya bukan untuk tujuan yang tidak memberi makna kepada hidup kita.. tapi untuk kita percaya dan yakin dengan apa yang ada disebaliknya. Mungkin sesetengah orang ada pertikai kenapa setiap ujian itu terlalu mencabar untuk mereka hadapi, sedangkan mereka terasa capability untuk mereka hadapi itu tersangatlah mustahil. Sedangkan, Allah dah janji apa yang Dia hadiahkan adalah sesuai dengan kemampuan hambanya. Apa yang yang membezakan sesorang itu adalah cara mereka menerima ujian itu.

Pernah suatu ketika, saya diuji dengan sesuatu yang tak pernah dijangka. And it seem miraculous. Because the way I were accepting the  trial was like "Allah nak uji aku sebab aku dah banyak dosa." And it totally feels comfort with the trial because rasa syukur itu mengatasi beban masalah yang dihadapi. 

Mungkin ainya kedengaran sedikit riak (or its me who feel so) sebab perasaan itu seperti disayangi dan sebab sayang itu kita faham yang DIA nak uji sejauh mana kemampuan kita menghadapinya. Dan sejauh mana rasa rindu dan syukur yang kita lahirkan untuk DIA. Ianya bukan sekadar kata-kata, tapi lebih dari itu.


Dan sebenarnya bila kepala terasa tepu dengan segala macam benda, akan sampai satu tahap yang mana kita memulakan pekerjaan itu, dan pertengahannya akan tergantung. *seperti apa yang sedang berlaku semasa sedang menaip entri ini… wakakaka… help me!!!

[susah payah seorang ibu]
Dan situasi saya sekarang, I'm feeling like quitting the journey. But, hey, dear self, even quitting this path, you have to face another path that may be worse than you're doing now. Ni cara saya nak pujuk diri untuk terus pada jalan sekarang dan untuk lihat penghujung yang sinarnya semakin menyerlah dengan usaha yang berterusan. Ahaks.!

And I know I already half the way of this journey eventhough I just started. It was because of the journey were started early in advance. And I know that He want me to 'give' something to my mother as well as my father. Hope this might give you a satisfaction so that I can have your bless for dunya and hereafter.

"I dah half way, so why bother to back off apabila dah tak nampak starting point tu. itu bermaksud I dah melangkah jauh, jadi kenapa mesti memenatkan diri untuk patah balik. kan? yet I have all my friends there through thick and thin, masa tu I sedar bukan I sorang je yang 'nak hidup'. Sebab tu rasa seronok dan teruja itu datang balik." 
[Dania, SiMata Bundar by Amany]

And it is me who asked for it. So, my mother did her best untuk jahit lab coat ni. Memang saya takkan cakap benda ni kat mak saya. Saya paksa dia siapkan lab coat ni  sebelum saya officially a part of the institution. Yeah, I know, I am that bad...heehee.. The reason for it were for my birthday present and also, I can feel her effort through the journey so that i could not easily give up when the obstacles do faced me. I'm sorry, mother for all my wrongdoing.. Thank you for everything and sorry for my wrongdoing.


To the doc that I've bumped to his blog and found this song that actually do tell everyone 'bout your problem, be strong. There were no trial that have no solution. Just the time matter much. Pray for them and let them do embrace the love that have had they have once. I never thought that your life was full of thorn. 


*dear column, please do well for my mother's sake...
Dear column,
Please do well for my mother’s sake.
Dear compounds,
Please spare me for your presence.
All I do was for my mother. She has been waiting for me since yesterday. And since her daughter doesn’t ring her yet eventhough the time oready past the time that she usually call her, she do worried ‘bout me… I know she do miss me even she never say so. And you will know the mother instinct if you do love her much more than your life.

Sorry mama for not making it on time.
*feeling x sabar nak balik jumpa mak...!

Lastly, bukan hanya kesedihan, rasa berat  dan sewaktu dengannya yang bergelar ujian. Tapi masa lapang, senyuman kita dan juga kerdipan mata kita juga mungkin menjadi ujian dan cabaran untuk kita. Ingat Allah sentiasa ada untuk hambaNya. Just belive in HIM and pray for it.


p/s: Sorry for the bahasa. This is the way of me, myself and i don practicing eventhough Iknow it was not that good.

Isnin, 6 Oktober 2014

Realiti...?


Bismillah...

This just a random thought of me, myself and I..  And this post might be cacamerba sebab terlalu tepu dengan rezeki yang melimpah ruah... alhamdullillah... =)
Neways, hepi eid day... may Allah bless our deeds... amin...

Well, as I said earlier... This just a random thought of me since somebody did bump me with a quest along with a statement..? And my answer was start with a "errr, hmmm well.."

It turns to be an awkward situation since the person did well in her religion side (in my opinion since I still merangkak untuk belajar tentang Deen).

Sedang elok bersantai menonton tv sambil makan steak (well, yeah, celebrating eid day with a bless and happy way, ain't? hehe), Tetiba keluar satu iklan tentang program realiti yang sedang hangat sekarang...

Dan mereka-mereka ini lah yang melambangkan jalan dakwah masa kini. Bukan nak kutuk kea apa... Just my opinion, since generasi sekarang adalah kayu ukur untuk kita lihat generasi akan datang, kan? Imam Ghazali pernah berkata:

"Jika ingin melihat masa depan negara, lihatlah peranan generasi remajanya pada zaman itu"


So, tak salah untuk saya letakkan mereka itu sebagai kayu pengukur untuk menetukan jalan dakwah. Yea betul, bila ada yang mengatakan bahawa dakwah itu tanggungjawab semua.. Dan ianya perlu bermula dengan diri sendiri.. Saya tak bangkang kenyataan itu sebab saya sendiri sedang mempraktikkannya. Dan cara dakwah yang terbaik adalah penuh hikmah. Itu yang Rasulullah  SAW ajarkan kepada kita, dan ianya takkan berubah walau sepicing pun.

Soalan yang pada asalnya berbunyi
"apa masalahnya nak berdakwahpun pakai make-up? Their style was okay and up-to-date." 

Mungkin bagi mereka yang dah didedahkan dengan modenisasi menganggap ianya adalah suatu perkara yang, well, biasa.. up-to-dated fashion, style, etc etc...

Tapi bagi saya yang hanya menerima sesetengah perkara sahaja yang perlu di modenkan, ianya adalah suatu perkara yang pelik. mungkin bagi setengah orang, I'm the one yang still jadi katak bawah tempurung, yang tak nak keluar tengok dunia luar, yang mana katak-katak lain dan berjaya buka tempurung untuk lihat the other sides of the world (well, this might be too much for an analogue, but, no offence..).

Make-up and dakwah cannot go along. That’s my opinion. Tapi bagi sesiapa yang rasa it’s okay, that’s their opinion.. and I have no right to complain and they do have their right to stand on their opinion. Just for me, explanation might do well for me to let me and mereka-mereka yang sependapat dengan saya to know the details, the logical way to accept those things.

Sebab, bagi saya tak proper untuk berbicara soal agama bila yang melekat di pipi itu umpama bedak yang tumpah, dan terlalu berwarna-warni. Yea, I admit, saya kurang pembacaan dan pengetahuan tentang perkara-perkara sebegini. Dan saya juga takut bila disoal dengan perkara-perkara sebegini oleh anak-anak kecil yang terlalu dahagakan ilmu agama.

Tapi since the one that asked me was the one who know religion well and the topic was ended like:

“dekat U along pun, ramai jea yang pakai macam tu, mekap, tudung belit-belit. So, I don’t think it was an issue untuk berdakwah.”

Really surprise me, that I was not ‘into’ the world yet and I still bawah tempurung.
(Well, her uni was an establish uni that well known with religious practice.. bukan nak kata uni lai x buat.)
 
the choices is ours...

 So, as conclusion, this was the entry that I am thinking the way to get the answer logically, and knowledgeable.. no bias.. and also a medium for me to cry out loud things...

thank, trimas for spending this mumbling things...

p/s: the story on the board cannot be continued yet since the idea was berlari-lari anak untuk mendekati..
p/s/s: gaya cam expecting a fan on my writing... ahaks...

Ahad, 27 Julai 2014

[untitled]

bismillah...
pray for all muslim of the world. hasbunallahuwani'mal wakeel. ni'mal maula wa ni'mal naseer.
just a random though... and these give me a shot of fantasy... 


Matanya tertunak memandang status 'seseorang' di dada skrin laptopnya. Saat itu, rasa yang suatu waktu pernah bertanda dijentik dengan sesuatu yang dia sendiri tidak faham.

'Nia, kau dah gila ke?' getus hatinya sendiri. 'Status dia jea kot. yang kau gelabah lebih ni dah kenapa? Bukannya dia ingat pun dengan kau. Confirm-confirm dia tak tau tentang kau.' Hatinya masih berbicara. 

Serentak dengan itu, mouse yang digunakan di scroll down. Arahan dari akal yang waras ternyata mendapat sokongan anggota. Hatinya kalah dalam pertarungan yang dia sendiri tidak tahu atas sebab apa. Yang dia tahu, perkara yang lepas harus dibiarkan lepas sebab ianya akan terus menyusahkan diri sendiri untuk mengenang benda yang sia-sia.

"Jangan mencetus sesuatu yang boleh menyebabkan engkau merana. Biarkan ia. Sekali pun ianya berlaku, engkau mampu untuk mengabaikannya. Allah ada, pohon pada Dia yang Maha Menentukan Segalanya. Dan, cetuslah sesuatu yang boleh membahagiakan engkau, yang boleh mendorong engkau menjadi seseorang yang lebih baik. Kan Allah ada berfirman dalam Al-Anfal ayat 70.
Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, nescaya DIA akan memberi yang lebih baik dari apa yang diambil darimu.
Ternyata di situ, Allah dah janji. Kan DIA Maha Pangampun dan Maha Penyanyang."


[credit]


Nasihat dari Bazilah terus berputar di minda. Saat itu, dia pernah meminta nasihat dari sahabatnya itu tentang kesedihan hati yang juga melibatkan perkara yang sama. 

Ternyata hatinya masih rapuh bila melibatkan perkara-perkara sebegini. Dia merasakan dirinya bertuah apabila DIA menghadirkan insan-insan yang mampu menyedarkan dia dari tersasar dengan masalah sendiri.

"Nadhira!" Dia menyebut namanya sendiri.

"Cukuplah dengan semua ni. Allah ada untuk terus bersama engkau. Bangkitlah dari kenangan." Ucapnya dengan nada yang tegas. Bertujuan untuk menyedarkan diri sendir.

Serentak dengan itu, dia mengarahkan cursor, memangkah segala paparan di skrin laptopnya. Kemudian, kakinya melangkah keluar.




Tinggallah kenangan. Biarkan ia. Lepaskan ia. Insyallah, DIA telah menjanjikan yang terbaik untuk hambaNya. Dia pasti dengan ketentuan itu.

Selasa, 8 Julai 2014

[Bad Boy]

Bismillah...

Things getting better or worse..
we, the one who decide to take it


Hasbunallahu wa ni’mal wakeel.” Ucap Rayyan perlahan. Kala itu, tiga orang gadis berbaju kurung melabuhkan duduk di hujung kerusi. Seraya itu, pandangannya ditundukkan menghadap simpang siur anak panah mechanism reactions yang baru diajar tadi. Bukannya mampu dihadam segala urat panah yang bercabang itu, tetapi hanya sekadar menjaga pandangan.

Sayup telinganya mendengar bicara tiga gadis tersebut berkisarkan pelajaran. Tiba-tiba, konsentrasinya terganggu mendengar alunan ringtone dari arah mereka bertiga.

Be my bad boy, be my man
Be my week-end lover
But don't be my friend
You can be my bad boy
But understand
That I don't need you in my life again


Matanya kembali terangkat memandang figura-figura tersebut. Secara tiba-tiba, rahangnya terjatuh. Ternyata apa yang terzahir dimata berbeza dengan analisis dihati.

Dear you 4

 Dear You , Hati ni nan sekeping je.  Habis elok dijaga untuk dia tidak sakit. untuk dia tidak merasa apa itu rasa kecewa. Kalau hati ini, h...